Matematika Islam dalam Fiqih
Oleh : KH FAHMI BASYA
1.SYAHADAT
Di dalam kisah Nabi Nuh ada disebut tentang misteri bilangan 50.
“Dan sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka ia tinggal diantara mereka 1000 tahun, karang 50.”
(Al-Ankabut)(029,014)
Mengapa atidak disebut saja 950 dan mengapa pakai -50 ?
Pada kalimat Syahadat, dikatakan:
“Aku bersaksi
tidak ada Tuhan
melainkan Allah “
Di dalam Matematika, istilah
“melainkan” = illa, ini, adalah Minus (-), dimana kamusnya pada data (029,014) itu dengan sebutan illa Khamsin = kecuali 50 atau kurang 50
Tidak ada itu di mana-mana orang tahu = 0
Laa = Tidak ada = 0
Jadi, kalimat “tidak ada Tuhan”
Ditulis :
0 = Tuhan
“Tidak ada Tuhan melainkan Allah” ditulis:
0 = Tuhan – Allah
Pada data (002,163) dikatakan bahwa:
Dan Tuhan kamu,Tuhan yang satu
(002,163)
sehingga persamaan matematikanya menjadi :
0 = 1 – Allah
Menyelesaikan persamaan ini menjadi:
Katakan : “Dia Allah Yang Satu“(112,001) |
Allah = 1(Ahad)
Ini yang disebut pada data (112,001)
Katakan: “Dia Allah Yang Ahad.”
(112,001)
2 SHOLAT
Nabi Muhammad saw mengekspresikan Sholat Gerhana dengan dua kali rukuk. Fenomena ini menunjukkan bahwa 2 x 90 derajat = 180 derajat = Garis Lurus.
Kemudian Manusia mengetahui bahwa Gerhana dapat terjadi jika dan tiga benda angkasa Matahari Bulan dan Bumi berada pada satu garis lurus.
Secara cepat dapat kita fahami bahwa sesungguhnya “Sholat Gerhana berhubungan langsung dengan Fenomena Gerhana.
Dan rukuk adalah ekspresi gerak 90 derajat. (boleh diukur kalau tidak percaya).
| 90º |